NIKMATNYA KOPI JOSS KHAS JOGJAKARTA....
KOPI
JOSS LIK MAN JOGJA, jika anda pernah berkunjung ke jogja dan mampir
di angkringan lik man, pasti anda kenal dengan yang namanya kopi
joss, itu lo yang cara pembuatannya sedikit unik, yaitu arang panas
dicampurkan ke dalam kopi, sehingga kopi menjadi sangat panas dari
biasanya yang mengakibatkan rasa dan aroma kopi lebih keluar. Kopi
jos sangat terkenal sehingga jika kita mampir ke sana pasti penuh dan
harus antri hanya untuk menikmati kopi jos khas jogja ini. Sebenarnya
kopi jos merupakan ikon yang cukup berpeluang jika digarap dengan
sedikit sentuhan lagi, misalnya : tempat harus lebih luas, dibuat
lebih nyaman sehingga pengunjung betah berlama lama di sana, tempat
dibuat lebih bersih, tidak berantakan.....saya yakin akan semakin
membuat citra kopi ini semakin baik dimata masyarakat, para pendatang
khususnya.

Rahasia
pembuatan kopi jos. Kopi jos sebenarnya di buat dari kopi hitam
biasa, hanya arang yang di gunakan adalah arang kayu asem, arang ini
mempunyai cita rasa unik jika dicampurkan kedalam kopi. akan tetapi
kayu asem ini semakin sulit didapat dan tidak ada pasokan yang pasti
untukjenis kayu ini. sehingga sulit mendapatkannya arang jenis ini,
sehingga arang yg lain pun juga gak ada masalah.
Berjalanlah
ke utara dari arah Malioboro atau Stasiun Tugu hingga menemukan jalan
kecil ke arah barat, kemudian berbelok. Di sana Anda akan menemukan
Angkringan Lik Man yang berada di sebelah kiri jalan. Cirinya, ada
dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang
membara, serta deretan gelas yang ditata. Angkringan Lik Man
menyajikan banyak makanan dan minuman khas Yogyakarta. Harganya
memang jauh lebih murah dari harga makanan dan minuman di restoran
mewah. Namun, kualitasnya dijamin tidak kalah lezat dan nikmat.
Apalagi suasannya yang sangat bersahabat, berbeda dengan suasana yang
kaku di restoran.
Minuman
khas di Angkringan Lik Man dan menjadi favorit bagi traveler jika
berkunjung ke Yogyakarta adalah kopi joss. Kopi joss dibuat dengan
gula, kopi bubuk dan diseduh dengan air mendidih, lalu ditambahkan
dengan arang panas. Saat arang panas dicelupkan, maka terdengarlah
bunyi josss pada kopi Anda. Rasanya yang khas dan panas akan menemani
Anda menikmati kota Yogyakarta di malam hari. Kopi joss telah menjadi
minuman khas Angkringan lik Man dari tahun 1960-an. Kopi ini
berkhasiat menghilangkan penyakit seperti kembung, mules, dan telah
menjadi obat sakit perut. Bahkan ada beberapa tokoh yang datang ke
Angkringan Lik Man untuk mencoba sendiri kopi joss, yaitu Emha Ainun
Nadjib, Bondan 'Maknyuss' Winarno, bahkan Butet Kertarajasa.
Dengan
membawa uang Rp 10.000, sudah lebih dari cukup untuk menikmati sajian
hangat dan berkhasiat dari kopi joss, mengisi perut dengan sego
kucing, dan bercengkrama dengan teman baru. Tempat yang sempurna
untuk menutup malam Anda di Yogyakarta. Malam itu di sepanjang jalan
sebelah utara Stasiun Tugu Yogyakarta dipenuhi para pemuda yang
ngemil
sate
dan menyeruput gelas berisi kopi kental dan berasap. Perbincangan
tengah malam sambil ngopi sebenarnya bukanlah hal yang asing di
Indonesia, namun daerah ini khas karena menyajikan kopi campur arang
yang bisa membantu menenangkan perut yang "gelisah".
Seorang pria tua yang akrab dipanggil Pak Man telah membuat kopi joss sejak tahun 1960-an. Seperti kebanyakan racikan kopi dari daerah ini, ia mencampur bubuk kopi dengan empat sendok gula. Kemudian ia menuang air panas dari ketel besi dan diikuti dengan memasukkan bahan utama: arang yang masih membara.
Arang membantu menetralisasi asam lambung dan sudah lama menjadi obat bagi masalah gas dan kembung. Kini demi kepraktisan, tablet arang memang dijual di apotek, tetapi 50 tahun lalu kopi tampaknya adalah cara yang lebih menyenangkan untuk mencerna obat yang mengatasi masalah perut dan usus. Meski beberapa peramu kopi arang bilang minuman ini membangkitkan stamina, kopi arang mendapatkan popularitas lebih karena keunikannya. Sebagai minuman pilihan, orang sering memilih teh atau tape, fermentasi dari singkong. Dan dari pukul 17.00 sampai dini hari, orang duduk lesehan di depan warung sambil ngobrol, aktivitas favorit di kota yang terkenal sebagai kota pelajar ini. Tipe kerumunan yang datang tergantung jam kedatangan. Kadang pegawai kantoran mampir sepulang kerja untuk mengudap tempe goreng, lumpia dan “nasi kucing” (nasi bungkus dengan porsi kecil). Sementara itu, pasangan kekasih biasanya datang lebih malam untuk berkencan. Banyak juga yang nongkrong untuk bermain musik. Suasana yang hidup itulah yang menarik pelanggan datang kembali. Meski kini tempat itu mulai makin populer di kalangan turis dan para blogger perjalanan, suasananya tetap ramah dan intim seperti kebanyakan tempat nongkrong di Yogyakarta. Kini meski usianya sudah menginjak 80 tahun, Pak Man kadang-kadang tetap muncul di warung kopinya untuk merebus air di ketel dan mengajak ngobrol pelanggan. Jika dia tidak ada, beberapa pria muda bertugas sebagai pelayan dan Pak Alex akan menggantikan Pak Man meracik kopi.
Seorang pria tua yang akrab dipanggil Pak Man telah membuat kopi joss sejak tahun 1960-an. Seperti kebanyakan racikan kopi dari daerah ini, ia mencampur bubuk kopi dengan empat sendok gula. Kemudian ia menuang air panas dari ketel besi dan diikuti dengan memasukkan bahan utama: arang yang masih membara.
Arang membantu menetralisasi asam lambung dan sudah lama menjadi obat bagi masalah gas dan kembung. Kini demi kepraktisan, tablet arang memang dijual di apotek, tetapi 50 tahun lalu kopi tampaknya adalah cara yang lebih menyenangkan untuk mencerna obat yang mengatasi masalah perut dan usus. Meski beberapa peramu kopi arang bilang minuman ini membangkitkan stamina, kopi arang mendapatkan popularitas lebih karena keunikannya. Sebagai minuman pilihan, orang sering memilih teh atau tape, fermentasi dari singkong. Dan dari pukul 17.00 sampai dini hari, orang duduk lesehan di depan warung sambil ngobrol, aktivitas favorit di kota yang terkenal sebagai kota pelajar ini. Tipe kerumunan yang datang tergantung jam kedatangan. Kadang pegawai kantoran mampir sepulang kerja untuk mengudap tempe goreng, lumpia dan “nasi kucing” (nasi bungkus dengan porsi kecil). Sementara itu, pasangan kekasih biasanya datang lebih malam untuk berkencan. Banyak juga yang nongkrong untuk bermain musik. Suasana yang hidup itulah yang menarik pelanggan datang kembali. Meski kini tempat itu mulai makin populer di kalangan turis dan para blogger perjalanan, suasananya tetap ramah dan intim seperti kebanyakan tempat nongkrong di Yogyakarta. Kini meski usianya sudah menginjak 80 tahun, Pak Man kadang-kadang tetap muncul di warung kopinya untuk merebus air di ketel dan mengajak ngobrol pelanggan. Jika dia tidak ada, beberapa pria muda bertugas sebagai pelayan dan Pak Alex akan menggantikan Pak Man meracik kopi.
Warung kopi itu terbuat dari tenda dan potongan kayu yang disusun menjadi bangku panjang. Kompor di warung itu terletak di dapur temporer yang tersambung ke tiang bambu. Beberapa tahun setelah Pak Man pertama kali menciptakan kopi joss, ada tiga warung lain yang muncul di sepanjang jalan yang sama. Sudut jalan itu pun kemudian makin ramai oleh pengamen, pengemis, dan tukang becak yang bergiliran muncul. Kopi jos, seperti kopi lainnya rasanya manis, seperti kebanyakan makanan dan minuman di Jawa Tengah. Kopi jos sangat cocok buat mereka yang mencari sedikit kesenangan, sedikit tantangan, dan dinamika. Yang semuanya ada di Yogyakarta. Mungkin kata ini masih aneh di telinga Anda, terutama jika Anda bukan orang Jogja. Ngangkring berasal dari kata angkringan. Orang Jogja biasa menggunakan istilahngangkring untuk menggambarkan makan atau minum di angkringan. Ya, ngankring sudah menjadi hal yang lumrah di Yogyakarta. Bahkan, banyak pelancong yang datang ke Yogyakarta tidak ingin melewatkan harinya di Kota Gudeg ini tanpa mampir di angkringan, sebuah tempat yang selalu dianggap sebakai tempat untuk makan orang kecil. Tapi di Yogyakrta, angkringan adalah sebuah tempat yang bisa meleburkan derajat dan pangkat. Di angkringan semua sama dan menjadi satu, saling menjaga perasaan dan bertoleransi sehingga tercipta suasana yang menenangkan dan damai. Itulah alasan mengapa angkringan merupakan salah satu tempat yang selalu berkesan bagi pengunjungnya. Tidak terbayangkan, sebuat tempat yang jauh dari kemewahan dapat memberikan kedamaian saat berkunjung ke sana.
Lokasi
angkringan Tugu ini sangat strategis, karena dekat dengan stasiun
kereta api terbesar Jogja dan juga Malioboro. Jika Anda sedang berada
di sekitar Malioboro, luangkanlah waktu Anda untuk menikmati segelas
kopi joss, sebungkus nasi kucing dan suasana yang akan Anda rindukan.
Sumber
: diambil dari berbagai sumber dan wawancara langsung.
semoga
bermanfaat ya..infonya ?
dan
di share y... sapa tau bermanfaat...
cek juga DAFTAR HARGA PRODUK KAMI
PAKET LENGKAP USAHA ANGKRINGAN
cek juga DAFTAR HARGA PRODUK KAMI
PAKET LENGKAP USAHA ANGKRINGAN
1 komentar:
Kami distributor Kopi Bali Asli Kintamani, menyediakan berbagai jenis Kopi Asli langsung dari petani.
Kopi Arabica Kintamani Bubuk ( 500gr ) : 50.000
Kopi Robusta Kintamani Bubuk ( 500gr ) : 50.000
Kemasan alumunium foil Kopi bubuk :
200gr Arabica Kintamani : 25.000
200gr Robusta Kintamani : 25.000
( Kami juga melayani pemesanan biji kopi matang )
Kami menerima AGEN / CAFE / WARKOP yang mau bekerja sama dengan kami, barang kami antar GRATIS.
Silahkan Hub.
SMS / WA : 08563430171
Posting Komentar